![]() |
ilustrasi e-warung siluman (Pto by infonews) |
infonews Karawang– Menurut salah satu penerima pkh angkat suara soal adanya laporan dari masyarakat soal keberadaan warung-warung ‘siluman’ yang mendistribusikan beras untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Warung-warung ‘siluman’ ini menurutnya hanya buka saat ada penyaluran BPNT.
E-warung adalah agen bank, pedagang dan/atau pihak lain yang telah bekerja sama dengan Bank Penyalur dan ditentukan sebagai tempat pembelian bahan pangan oleh KPM, yaitu pasar tradisional, warung, toko. Nama-namanya antara lain e-Warong KUBE, Warung Desa, Rumah Pangan Kita (RPK), Agen Laku Pandai, Agen Layanan Keuangan Digital (LKD) yang menjual bahan pangan, atau usaha eceran lainnya.
Ia bilang jika masyarakat sudah menemukan adanya bukti ketidakwajaran atau penyimpangan di program BPNT, ia berharap dinas terkait melaporkan kepada polisi agar ditindaklanjuti.
Kejadian ini terjadi di beberapa kecamatan .salah satu nya kecamatan Caringin.atas hasil pantauan dari infonews menemukan adanya indikasi e warung siluman yang memang sudah terorganisir.
Yang tidak punya warung bisa jadi e-Warung dan bisa menyalurkan BPNT. Ada kios-kios nggak jelas, siluman, yang buka hanya saat BPNT. Setelah itu nggak ada lagi. Ini ada mafia, supplier-nya mereka yang tahu. Ada kerja sama dengan supplier e-Warung, nanti kita buktikan, termasuk oknum lainya,” katanya.
Hasil kompirmasi awak media kepada TKSK melalui via wasthap menjelaskan bahwa Tidak ada rekomendasi dari TKSK, hanya setelah dia di tunjuk sebagai agen selanjutnya koordinasi dengan TKSK
Keagenan tersebut sifatnya mandiri,Jadi masing masing pengajuan ke BNI, Namun ada syarat yg tidak di cantumkan dalam persyaratan tetapi sangat menentukan di terima atau tidak sebagai agen46 khususnya untuk transaksi BPNT/PKH yaitu Rekomendasi dari Kades.” ungkap TKSK Kec Caringin. (Kang Bahar)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar